IMSAK
--:-- |
SUBUH
--:-- |
DZUHUR
--:-- |
ASHAR
--:-- |
MAGHRIB
--:-- |
ISYA
--:-- |
Pengelola Asrama Haji Bekasi Pertanyakan Keseriusan Pemprov Jabar Setelah Dua Kali Batal Kunjungan
» Selasa, 2 Februari 2021

Keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terkait rencana penggunaan gedung Asrama Haji Embarkasi Bekasi sebagai rumah sakit darurat (RSD) Covid-19 dipertanyakan.
Pasalnya, kunjungan yang rencanannya dilakukan pada Selasa (2/2/2021) ini kembali dibatalkan oleh Satgas Covid-19 Jawa Barat.
"Saya baru dapat informasi (tadi siang), dari pagi saya telpon enggak diangkat. Saya WA enggak dibalas. Katanya batal (kunjungan) karena ada tim dari BPK," kata Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Bekasi Dede Saiful Uyun saat dikonfirmasi, Selasa (2/2/2021).
Dibatalkannya kunjungan sebelummya juga terjadi pada Jumat (29/1/2021) lalu.
Padahal saat itu merupakan agenda penandatanganan kerjasama antara Pemprov Jabar dan pihaknya.
Alhasil, Dede sendiri yang menandatangani perjanjian sehingga secara resmi, asrama haji telah dipinjamkan kepada Pemprov Jabar terhitung sejak tanggal 1 Februari 2021, meski penggunaanya hingga kini belum ada kejelasan.
Dede menyayangkan sikap Pemprov Jabar yang dinilainya tak profesional lantaran kerap membatalkan kunjungan ke Asrama Haji Bekasi.
"Saya bilang kapan jadinya? Kalau begitu kedepan jangan memastikan tanggal kalau belum jelas, supaya saya menyampaikan kepada rekan-rekan (media) tidak salah. Ini kan seolah olah kalau sekarang batal, saya kan enggak enak. Ini kayanya bohong-bohongan," keluhnya.
Padahal, kunjungan dari Pemprov Jawa Barat sangat penting guna menyusun strategi dan skenario penjemputan dan kedatangan pasien-pasien Covid-19 yang dirujuk ke asrama haji.
Sedangkan pihak Asrama Haji Bekasi mengaku sudah menyiapkan tempat di Mina C, D dan E, serta Musdalifah sebagai tempat isolasi dan menginap bagi pasien dan tenaga kesehatan. (abs)
Rencana alih fungsi Asrama Haji Bekasi sebagai rumah sakit darurat (RSD) Covid-19, hingga kini masih terus didiskusikan.
Meski perjanjian kerja sama telah dilakukan, namun penggunaannya masih menunggu kepastian dari Satgas Covid-19 Pemprov Jawa Barat.
Kepala UPT. Asrama Haji Embarkasih Bekasi, Dede Saiful Uyun menjelaskan beberapa konsep masih harus dimatangkan oleh BPBD Jawa Barat sebelum menggunakan gedung sebagai RSD.
"Paling tidak ada hal-hal yang mungkin berkembang. Jadi harus dipersiapkan lagi," ungkap Dede saat dikonfirmasi, Senin (1/2/2021).
Seperti rencana untuk mempergunakan aula sebagai instalasi gawat darurat (IGD). Dede menuturkan awalnya, satgas belum merencanakan hal tersebut sehingga tim harus kembali melakukan peninjauan.
"Dikhawatirkan takut ada pasien yang memerlukan (kondisi) darurat. Jadi ada instalasi daruratnya. Dipersiapkan barang kali ada pasien yang memerlukan penanganan khusus lah," ungkapnya.
Aula di asrama haji sendiri terletak di tepat di sebelah masjid. Kapasitas daya tampungnya bisa mencapai 10-15 orang.
Sedangkan terkait kepastian penggunaan asrama haji, Dede sendiri belum mengetahui kapan tepatnya RSD akan dipergunakan.
"Nah itu yang akan dibicarakan, dari pihak Pemprov-nya. Kita malah menunggu 'kapan akan mulai digunakan?'. Nanti kita lihat dulu kesiapanya," tutur Dede
  1
  0
  0


Senin, 3 Januari 2022



Kamis, 4 Agustus 2022

Senin, 7 Maret 2022